Kamis, 24 Juli 2014


Sedih, pasti dirasakan setiap orang yang sedang menjalani LDR, terutama pada permulaan, rasanya memang tidak seperti biasa. Takut, pasti juga dirasakan ketika raga tak lagi bersama. Pilu pasti terasa saat sedang sendiri, bagaimana tidak, jika dulu sering jalan bareng, maka sekarang harus jalan sendiri sendiri, kalau dulu makan bareng, maka kini makan sendiri – sendiri di tempat yang berbeda dan suasana yang berbeda, kalau dulu kangen tinggal sms atau telpon dianya datang, kalau sekarang kangen harus telpon, kalau dulu sms atau telpon  bisa kapan aja, kalau sekarang harus nunggu jam istirahat, kalau dulu sms gak dibales atau telpon nggak diangkat bisa marah seenaknya kalau sekarang harus tahu situasi dan kondisi kalau tidak bisa – bisa si dia pindah ke lain hati, kalau dulu penuh perhatian maka sekarang banyak berkurang karena kerjaan, jadi gimana ? apa yang yang harus saya lakukan ?
Sering terpikir kata – kata itu dibenak saya, rasanya dunia begitu sepi. Bukan bermaksud berkata lebay atau apa, tapi faktanya itu yang saya alami. Dulu dan sekarang adalah keadaan yang benar – benar berbeda 180 derajat. Dulu dan sekarang adalah benar – benar seperti langit dan bumi, bahkan untuk bertemu pun harus benar –benar direncanakan, untuk bertemu semenit rasanya benar – benar impossible kecuali dalam mimpi atau dalam bayangan semu itu pun kadang tidak berhasil. Rasanya benar -  benar jengkel dan sedih. Awal – awal memang perhatian masih diberikan, mencoba memberikan hal seperti biasa dan senormal mungkin seperti tidak sedang terjadi apapun, lama lama kejadian juga. Sedikit banyak semua itu akan terasa berkurang bahkan cenderung menjadi cuek sekali. Rasanya rindu dengan masa – masa dulu. Tapi apa boleh dikata, masa lalu hanyalah masa lalu yang tidak akan pernah terulang kembali, masa lalu hanyalah masa lalu yang ada hanya untuk dikenang, masa lalu hanyalah masa lalu yang ada untuk diambil pelajaran, masa lalu hanya akan menjadi masa lalu  yang ada untuk masa depan, kini masa – masa itu hanya ada dalam ingatan, yang harus ditatap dan dipandang adalah masa depan, 1 detik yang akan datang akan berbeda dengan 1 detik kebelakang.
Awalnya memang sulit, bahkan sampai detik inipun masih terasa sulit. Perhatian yang dulu sering diberikan kini seakan memudar berganti dengan setumpuk tugas dan pekerjaan. Kata – kata manja yang dulu terucap kini hilang ditelan waktu yang tajam. Akan tiada lagi hari – hari seperti dulu, memang tidak dapat dipungkiri rasanya ingin kembali ke masa yang dulu, masa masa yang indah saat masih bersama, namun semuanya tidak mungkin kecuali menggunakan mesin waktu doraemon yang mustahil. Aku sadar semua pasti ada resikonya. Dulu aku pernah berpikir akan menjalani masa LDR ketika dia mengutarakan keinginanny dimana kelak ingin berkarir. Tapi tak sempat ku buat sampai panjang. Karena aku masih ingin menghabiskan waktu bersama dengannya.
Walaupun begitu disisi lain aku harus sadar ini semua, perjalanan hati yang memang harus dilalui, aku percaya akan ada kemudahan sesudah ini. Jika kuruntut dari belakang aku merasa bersalah pada diriku sendiri, jelas dalam agamaku berpacaran adalah tidak boleh namun aku masih melanggarnya, untuk itu bagi yang membca ini jangan ditiru. Untuk itu aku sedikit banyak harus tersadar mungkin ini salah satu cara Tuhan menyatukan kami walapun bukan ditempat yang serupa dan sama nan berdekatan. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagai hambaNya. Aku percaya itu. sebagaimanapun aku menyayanginya, sebagaimanapun kami berusaha berdua tapi tetap Tuhanlah yang menjadikan kenyataan. Aku ingat postingan mario Teguh, salah satu motivator inspiratif di Indonesia, Jodoh tidak akan datang dengan sendirinya, tapi kita yang menjodohkan, Tuhan hanya merestui kita. Jodoh kita tergantung restu Tuhan. Semoga kami berjodoh. Amin.
Ini yang kurasakan perbedaan pacaran sebelum dan sesudah dia bekerja, harus ku akui aku memang sedikit banyak lebih egois daripada dia, lebih banyak manja dibandingkan dia, lebih kekanak – kanakakn dibandingkan dia dan tentunya aku lebih cantik dibandingkan dia dan dia pasti lebih ganteng dibandingkan aku. Ya jelaslah dia ganteng, masak aku mau, kalau gak pantes dibawa ke kondangan (hahahaha) (bercanda seriuss). Bukan hanya ntahlah aku benar – benar sudah hampir gila ditinggalnya merantau wilayah orang, meskipun masih dalam satu negara, untung masih dalam satu negara bukan beda alam. J percaya atau tidak dia benar – benar ada. Percaya atau tidak setiap tahun baru masehi tepatnya tanggal satu aku selalu menuliskan keinginan dan harapanku dalam satu tahun yang akan datang, waktu itu tahun tahun baru 2013. Aku masih ingat, ketika ku buka kembali lembaran lembaran harapanku di masa lalu, salah satunya 2013, kubaca satu persatu harapan apa yang ingin ku capai ditahun itu, percaya atau tidak salah satu dari sekian banyak harapanku adalah :
Aku ingin punya pacar yang sekaligus jodoh ku , amin, yang  seiman, dan yang bertaqwa, lebih dewasa daripada aku. Lebih tua daripada aku. Pikiranku waktu itu kalau bisa anak pesantren.
Aku ingin dia masih sama sepertiku, masih sama – sama kuliah (waktu itu ), dan pinter serta ngerti
Aku ingin dia dari dari jurusan kedokteran atau fakultas teknik
Aku ingin dia gak pelit, dia manis, sayang aku apa adanya, dan yang paling penting nggak ngrokok. Dan bla – bla bla .... masih ada setumpuk harapanku tentang pacar yang aku tulis di lembaran itu. J dan percaya atau tidak, yang kudapat di tahun itu aku bertemu dengannya, dan puji syukur bagi Allah, hampir semua yang aku tulis di lembaran itu mengenai sesesok pacar mampu ku temukan di dalam dirinya. Walaupun untuk yang nomer satu belum terwujud, tapi Terimakasih Tuhan, telah mempertemukanku denganya, aku sangat bersyukur. Meskipun aku tidak tahu apakah dia juga merasakan hal yang sam denganku, aku selalu berpikir aku beruntung bisa menemukannya, meskipun aku tidak tahu apakah dia merasa beruntung atau tidak karena bersamaku, dan biar saja aku merasa PD dengan diriku, dia beruntung bisa bersamaku. (hahahahaha)
Aku masih ingat kala itu, kala aku belum seperti  ini, ada banyak kejadian konyol dan lucu sama kami bersama, rasanya aku ingin senyum – senyum sendiri kalau ingat. Percaya atau tidak waktu itu kami masih baru jadian, rencananya si pengen ngabuburit bareng, buber bareng dan terawih bareng. Hahahaha tapi tidak terlalu berhasil, akhirnya perut mules gara gara makan bebek galak, terawih di masjid ketinggalan dan endingnya terawih berdua :D  kalau dia baca ini mungkin dia ingat saat itu. dan masih banyak kejadian konyol lainnya, itu si Cuma satu cerita diantara banyak cerita, meskipun begitu dia bisa juga so sweet kadang – kadang, seperti 18 Juli 2013, waktu kakiku tergilas roda pintu gerbang rumah temenku, aku yang serasa hampir pingsan karena melihat darah, perut mual tidak karu – karuan dan dengan sabarnya dia mengobati, membalut dengan perban kakiku (hahahah) so sweet kan pacarku. Terus adalagi dia bela belain ke rumahku, nganter Cuma sampek gang rumah, dari Jember ke banyuwangi, Pulang Pergi dan jahatnya aku tidak aku persilahkan mampir ke rumahku. Parahkan aku. Pernah juga aku suruh pulang sendirian hujan – hujan lewat dari jam 9 malam dari banyuwangi ke Jember setelah sorenya ngantar aku pulang dari Jember ke Banyuwangi, benar – benar gila kan aku. Sudahlah aku memang beruntung memilikinya, Tuhan Maha Pengabul untuk menjadikanku bagian dari orang – orang yang beruntung bukan merugi, semoga Allah senantiasa memasukkan kita ke dalam golongan orang – orang yang beruntung. Amin. Terimakasih ya Allah. Aku tahu, ntah darimana asal dan mulanya aku sedikit banyak mulai bergantung padany , dan akhirnya aku benar benar merasa dia adalah seseorang yang berharga di hidupku. Tuhan aku yakin Engkau mendengarku, aku ingin bersamannya menjadi wanita satu – satunya yang menemaninya dalam mengarungi hidupnya di dunia maupun akhirat sampai saat yang tidak ditentukan. Semoga dia juga merasakan apa yang aku rasakan amin.
Aku yakin, Tuhan tidak akan pernah memberatkan hambaNya, dan tidak akan pernah membebankan sesuatu diluar kesanggupan hambany, aku yakin kami insya Allah mampu melewati masa ini untuk meraih impian kami, menjadi manusia yang lebih baik karenaNya. Amin. Seperti firman Allah  :
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran[1010], dan mereka tidak dianiaya. (Qs : Al Mu’minuun ; 62)
Saya yakin perasaan saya tidak salah, perasaan mengasihi dia, perasaan yang tidak tahu kapan datang dan berharap tidak akan berahir sampai saat yang tidak ditentukan. aku berharap dia juga begitu. Tuhan yang Maha Adil jadikanlah hidup penuh makna, meskipun kini kami di tempat yang berbeda satukanlah kami hingga saat yang tidak ditentukan, meski banyak pikiran yang bergelanyut di otakku saat ini, aku yakin Engkau punya rencana lain yang lebih indah yang tak terangkai dalam munajatku, tak terangkai dalam kata, aku yakin Engkau pemberi rahmat bagi hamba – hambaMu yang bersabar, jadikanlah kami termasuk di dalamnya, manusia – manusia yang beruntung, bertaqwa dan mulia di sisiMu. Karena aku membutuhkannya dan berharap padanya Tuhan. Amin

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Qs ; Ar Ruum;21)
Ya Tuhan, ampunilah dosa dosa kami, baik yang kami nyatakan maupun yang kami sembunyikan, Engkau yang Maha Tahu segala maksud hati hamba – hambaMu. Amin.

0 komentar :

Posting Komentar