LDR part 2
siapa yang tidak tahu Long distance relationship ? atau sering disebut dengan LDR.
ya apa yang kita pikirkan benar, sebuah hubungan yang berbataskan dengan jarak. mungkin dulu saya pernah berpikir tidak akan mau mengulangi menjalani hubungan yang berbataskan dengan jarak, bagaimanapun saya pernah menjalaninya dan pernah merasakannya. dan sekarang untuk yang kedua kalinya dan jaraknya semakin melebar atau mungkin semakin jauh. kalau dulu seminggu sekali ketemu, kalau sekarang sepertinya akan lebih lama range nya. bagaimana tidak, kalau dulu hanya berbeda kota sekarang berbeda pulau. mungkin dulu dan sekarang berbeda karena memang berbeda orang. dan aku yakin mereka juga berbeda sifat, karakter, keinginan dan lain sebagainya. sejak kejadian beberapa tahun yang lalu, aku selalu takut akan adanya hubungan jarak jauh. aku selalu mencoba menghindari jika seseorang menawarkanku untuk menjalani LDR. sebisa mungkin aku menolak, dan selembut mungkin ku kukatan aku tidak bisa menjalani hubungan semacam itu. mungkin juga bukan semata - mata karena berbatasan dengan jarak dan waktu, akan tetapi banyak yang ada dipikiranku mengapa rasanya aku enggan menjalani LDR. aku mungkin sama dengan semua wanita yang ada di dunia ini, ingin selalu mendapatkan apa yang wanita inginkan, perhatian, kasih sayang, adanya dia di samping kita selalu dalam keadaan tertawa ataupun bersedih. rasanya iri mellihat mereka yang bisa berjalan berdua bergandengan tangan, berboncengan bersama atau mungkin hanya sekedar bertemu untuk bertegur sapa. rasanya iri melihat mereka yang dengan mudah dapat bertemu dengan pasangannya, rasanya iri melihat mereka yang bisa tertawa bersama memegang tangan satu sama lain saling menguatkan. rasanya begitu iri.
tidak dapat dipungkiri, perasaan sedih, takut, khawatir menjadi satu ketika ku rasakan dari sisi berpacaran.
tapi disisi lain ada alasan mengapa ini semua harus terjadi. mungkin bukan kehendak kita, bagaimanapun rencana kita pada akhirnya Tuhan yang Kuasa yang akan menentukan apakah hal itu dapat terjadii atau tidak.
pacarku. dulu kami sering bertemu, setiap saat dan setiap ada kesempatan. aku bahagia bisa menemukannya di tengah banyak manusia yang terlahir di dunia ini. ntahlah apakah dia juga merasakan hal yang sama atau tidak. bagiku, aku bisa menyukai banyak orang, ntah laki - laki ataupun wanita, aku bisa dengan mudah suka pada mereka, tapi untuk menyayangi agak sulit bagiku. ntahlah rasanya tidak mudah menerima setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka yang berucap "sayang" tanpa aku sendiri mempunyai perasaan itu. dan untuk mencintai, aku masih mengartikannya.
kadang aku berpikir apa makna sebenarnya dari "mencintai dan dicintai". sebagian besar orang mengatakan lebih baik kita dicintai akan tetapi kita akan mengerti cinta sesungguhnya ketika kita mampu mencintai. beragam manusia, pikiran, tulisan telah ku dengar dan ku baca namun tak satu pun dari mereka yang mampu menggoyahkan hatiku hingga aku tahu apa arti dari kata kata itu.
bagiku aku masih bingung dengan perasaanku saat ini, apakah aku sudah berada di level "aku mencintainya" oleh karenanya aku masih takut mengatakan "aku mencintaimu". bagiku kata kata itu hanya akan pantas aku ucapakan kepada dia yang telah menjadi suamiku, karena dia yang mencintai ku dan ditakdirkan menjadi pasangan dalam memegang erat dan memelukku dalam mengaruhi kehidupan akan menjadikanku wanita satu - satunya yang akan dimuliakannya setelah ibunya. aku masih merindukannya, masih berharap dia saat ini bersamaku akan menjadi seseorang itu.
mungkin benar apa yang dikatakan orang mengenai rasanya jatuh cinta, padahal aku sendiri tidak mengerti arti dari dua kata tersebut. yang aku rasakan hanya, aku sering kali memikirkanya, seringkali merindukannya, seringkali ingin mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya, tidak mungkin lebih, tapi aku selalu bingung bagaimana caraku untuk mengatakan itu. rasanya kata - kata, perbuatan yang telah selesai dikatakan dan dilakukan tidak mampu menggambarkan betapa luar biasanya perasaan itu. betapa berharganya dia dihidupku. aku belum mampu mengungkapkannya.
sekarang, sekarang aku dan dia sudah tidak seperti dahulu. aku sadar seiring perjalanana waktu hari - hari yang lalu akan berubah, dan sekarang telah terbukti. awalnya memang tidak mudah, dan sampai sekarangpun benar - benar tidak mudah. ada saja yang memilukan hati, aku benar - benar tidak tahu apa aku sungguh - sungguh mencintainya, atau mungkin ini yang disebut dengan cinta ? atau mungkin hanya aku yang merasakannya dan dia tidak ? atau mungkin aku yang terlalu cengeng. percaya atau tidak aku adalah wanita yang rapuh, sering menangis sendiri, kadang aku juga heran mengapa mengapa begitu mudah bagiku untuk menitikkan air mata, dan emosiku begitu sensitif. aku selalu tidak bisa menahannya. setiap perkataan yang ku dengar akan secepat kilat sampai ke hatiku dan secepatnya merangsang bulir bulir air mataku untuk jatuh. aku sangat cengeng.
tapi selama ini aku selalu ingat, "aku harus mengembalikan semua yang ada kepadaNya, karena hati kita akan menjadi damai dan tenang jika kita selalu mengingatnya " seperti dalam Al quran "dan hanya dengan mengingat Allah hati kita akan menjadi tenang " itu yang selama ini selalu menguatkanku.
sama seperti saat ini, aku selalu berpikir aku tidak bisa tanpa dia si sampingku, rasanya benar benar tidak mudah, air mata ini terus saja mengalir seperti mata air yang tidak pernah kering, rasanya mataku selalu lembab dan basah, aku tidak mampu tertawa seperti dulu, aku tidak mampu mengangkat mataku seperti dulu, ketika dia benar - benar jauh dari pandanganku. iya kami sekarang sedang menjalani LDR. rasanya sulit sekali tapi aku harus bisa, walaupun ntah hanya perasaanku atau apa, dia sedikit berubah. mungkin karena lingkungannya dan aku yang kini berbeda dan aku yang salah dan terlalu sensitif.
aku kadang bingung harus sedih karena tidak lagi seperti dulu atau bahagia karena dia telah mendapatkan pekerjaan yang akan menuntunnya menuju masa depannya. tapi kutanamkan aku harus bahagia,
aku ingat setelah kesulitan pasti ada kemudahan, ya itu juga ada dalam Al quran. dan aku pegang serta sering ku baca surah Asy-Syarh. aku yakin Allah pasti tahu yang terbaik untuk hambanya, dan pasti janji Allah ini benar :)
QS : Asy-Syarh. 1-8
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
sehingga kini aku sudah sedikit banyak bisa tersenyum kembali walaupun rinduuu setengah mati. aku harus segera lulus kuliah , semangat :)
21.23
Penulis
0 komentar :
Posting Komentar